“TRY TO BE BETTER, NOT TO BE PERFECT!”

    


    Mantra ini lah yang membantu menyusun kembali “tulang-tulang mimpi” untuk kuat berdiri lagi, melangkah dan insyallah ke depannya siap diajak berlari. Menjadi mahasiswa internasional di Teachers College, Columbia University di kota New York bukanlah hal mudah. Banyak tantangan internal dan eksternal yang membuat banyak “keretakan dan patah” pada mimpi yang awalnya sekuat baja. Banyak hal baru yang harus disesuaikan di kampus, di lingkungan tempat tinggal, menyesuaikan perbedaan waktu dan cuaca, dan menutup telinga dari suara-suara yang tidak jarang menjadi sumber kegelisahan dan rendah diri (minder). 

    Semua orang pasti paham bahwa datang ke tempat baru berarti penyesuaian baru yang membutuhkan banyak strategi dan usaha. Tantangan terbesar ketika belajar di TC-CU, NYC adalah sistem pendidikan yang berbeda dari pengalaman sebelumnya dan kendala bahasa. Kebetulan jurusan kuliah saya adalah Science Education yang bila dibandingkan dengan program lain yang lebih umum, dapat dikatakan bahwa program ini mempelajari secara khusus sains di Pendidikan New York City. Hal ini berarti kurikulum, terminologi, dan permasalahan yang dibahas disesuaikan dengan kondisi di NYC yang berbeda dari daerah asal saya Nusa Tenggara Timur khususnya Kabupaten Timor Tengah Utara. Tapi inilah tantangannya, bagaimana bisa mengambil informasi-informasi yang dipelajari menjadi konsep-konsep yang praktikal ketika nanti kembali ke Indonesia. Tantangan lain adalah mahasiswa-mahasiswa di program saya tidak hanya terdiri dari mahasiswa program Master, tetapi juga mahasiswa Ph.D dan Profesor dengan pengalaman kerja yang lebih banyak dan memiliki “awal” yang lebih depan dibandingkan dengan saya. Sempat mengalami minder luar biasa di pertemuan pertama dan kedua, dan sempat menangis merasa tidak mampu, sehingga memutuskan untuk konsultasi dengan dosen mata kuliah mengenai tantangan di dalam kelas. Bersyukurnya, sebagai mahasiswa, “bicara” ke dosen adalah cara yang sangat membantu mengetahui strategi apa yang baik untuk memenuhi ekspektasi mata kuliah. 

Hal menarik yang juga menjadi tantangan adalah bahasa. Mengapa menarik? Karena lolos seleksi bahasa bukan berarti serta merta kamu akan mudah berbahasa. Penyesuaian untuk mengikuti kecepatan berbicara dan gaya bahasa agar mudah untuk memahami isi pembicaraan, dan penyesuaian cara menyampaikan pendapat, cara menyanggah, dan memberikan feedback, juga membutuhkan waktu yang lama. Semua butuh strategi dan kesabaran. 

 

    Ibaratnya kaki, dua minggu pertama adalah saat di mana kepercayaan diri turun drastis dan membuat mimpi yang semula kuat menjadi retak dan patah, sehingga merasa lumpuh tidak bisa bergerak. Tetapi saya tahu harus mampu untuk berdiri lagi. Saya butuh “obat”. Saya mencoba mencari ke teman, ke dosen, ke keluarga, dan ke internet, sampai akhirnya jadilah mantra “try to be better, not to be perfect”. Berusahalah untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, dari tugas ke tugas, dari project ke project, dari presentasi ke presentasi, dari komunikasi ke komunikasi berikutnya, dari mampu bertahan pada level remeh ke level yang lebih tinggi. Berusalah untuk menghargai sekecil apapun peningkatan yang kamu lakukan meskipun dibandingkan orang lain mungkin terlihat tidak seberapa. Ingat selalu bahwa kamu sedang berusaha menjadi lebih baik dari kamu yang sebelumnya bukan menjadi lebih baik dari orang lain. Kamu bukan sedang berusaha menjadi sempurna, karena satuan dan takaran sempurna tidak pernah nyata, tidak pernah sama antara dua orang, dan tidak bisa terukur. Tetapi bila kamu mau menjadi lebih baik, ukurannya jelas, takarannya jelas, dan hasilnya jelas. Ketika kamu tahu harus menjadi lebih baik dari kamu yang sebelumnya, kamu tahu strategi yang perlu dicoba dan batas untuk mencoba. Kamu juga akan tahu perubahan apa yang perlu kamu lakukan. Ingat, bahwa proses penyesuaian adalah sebuah proses perubahan. Kamu yang mampu mengubah dirimu. Kamu yang mampu membuktikan bahwa di manapun kamu berada peranmu adalah “to be something” meskipun awalnya mungkin kamu merasa “you are nothing”. Kamu memang perlu orang lain untuk berubah, tetapi kamu kunci dari semua perubahan dan penyesuaian yang kamu butuhkan. Selama kamu masih punya sedikit rasa kepercayaan diri yang tertinggal, kamu masih mampu untuk menumbuhkannya kembali dan membuatnya menjadi subur. Tidak semua proses itu mudah. Tapi, ingatlah, bila semua hal mudah, maka semangat, bersyukur dan berusaha akan kehilangan makna. 

 

    Teruntuk teman-teman yang membaca, “sampai jumpa dengan mimpimu yang tercapai nanti-pada waktu yang tepat. Titip salam untuk suksesmu.”

 

 

Komentar

  1. Sukses Selalu Yaaa Kakak.... 🎉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kakak juga yah, sukses selalu untuk hal-hal baik yang sedang dilakukan!

      Hapus
  2. Totally inspiring!! Stay healthy and just waiting for us there kak!! Hopefully someday, we could pursue our magister there or in another place by getting scholarship.

    Salam hangat. Sy Siena dr Manggarai, NTT. I am currently a final year student in Chemistry, Faculty of Science and Engineering, University of Nusa Cendana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak, thank you for stopping by. Salam kenal yah kak! Aamiin, untuk cita2 besarnya.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diterima Dua Universitas di United Stated of America (USA) Part 1 : Sebuah Motivasi